Selasa, 12 Januari 2016

Refleksi hidup tentang fenomena kompte

Auguste Compte merupakan tokoh filsuf pada abad-19 yang terkenal tentang alirannya, yaitu tentang aliran positivisme, positivisme merupakan kelanjutan dari aliran empirisme. Auguste Compte sangatlah mengutamakan tentang fakta-fakta, pernyataan dianggap benar apabila pernyataan sesuai fakta dan terbukti secara fakta (berempirisme). Bahkan Auguste Compte menjurus tentang Tuhan yang tidak bisa dilihat, diukur, dianalisis, dan dibuktikan. Maka menurut Auguste Compte, Tuhan tidak mempunyai arti dan faedah karena tidak ada bukti dan fakta. Padahal Tuhan adalah kepercayaan yang tidak perlu dibuktikan.

Akhirnya filsafat dalam perjalanan di atas, maka lahirlah sifat yang tetap dan konsisten berupa ilmu-ilmu dasar dan murni, sedangkan sifat yang berubah berupa sosial, budaya, ilmu humaniora. Maka dari situlah tercipta bendungan Compte. Inilah segala macam persoalan tentang August Compte seorang teknik tapi pikirannya berisi tentang filsafat. Compte berpendapat bahwa agama saja tidak bisa membangun dunia karena agama irrasional dan tidak logis. Positif dan saintifik yang digunakan untuk membngun dunia maka lahirlah aliran positifisme.

Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi pun juga semakin berkembang. Banyak sekali kita rasakan pengaruh kemajuan teknologi, terutama pada gadget. Teknologi yang kian berkembang seringkali membantu kita dalam kehidupan kita sehari-hari. Itulah manfaat dari perkembangan teknologi. Namun, ada sisi negatif dari perkembangan teknologi, misalnya membuat kita jadi terhipnotis dan cenderung lebih menyukai dunia maya serta melupakan dunia nyata. Kini ada orang yang mendapatkan kekasihnya melalui internet, khususnya lewat jejaring sosial. Sayangnya, hubungan tersebut, seringkali kurang harmonis dibandingkan dengan cara tradisional, yaitu pertemuan nyata.
Sekarang, mulai dari balita sudah akrab dengan teknologi, misalnya dengan permainan dalam Laptop. Mereka lambat laun lebih tertarik dengan teknologi dan jika kurang diperhatikan, maka mereka cenderung hidup dengan gadget tersebut. Hingga kasih sayang orangtua kepadanya kurang terasa.
Sungguh merugi jika kita memiliki gadget dengan teknologi tinggi, namun tidak memiliki teman di dunia nyata. Teknologi tersebut membuat kita lupa bahwa kita hidup dalam dunia nyata, dimana kita manusia adalah mahluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Oleh karena itu, saran saya, manfaatkanlah teknologi sebaik mungkin. Jangan sampai teknologi malah mempengaruhi kehidupan sosial kita. Teknologi dibuat untuk mempermudah dan melayani kita untuk kegiatan kita di dunia nyata, bukannya membuat kita menjadi lebih hidup dalam dunia maya.

Oleh sebab itu bijaklah kita bertindak di jaman sekarang agar nanti kita tidak tersesat dan merugikan diri sendiri serta orang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar