Refleksi hidup
tentang fenomena kompte
Auguste Compte merupakan tokoh filsuf
pada abad-19 yang terkenal tentang alirannya, yaitu tentang aliran positivisme,
positivisme merupakan kelanjutan dari aliran empirisme. Auguste Compte
sangatlah mengutamakan tentang fakta-fakta, pernyataan dianggap benar apabila
pernyataan sesuai fakta dan terbukti secara fakta (berempirisme). Bahkan
Auguste Compte menjurus tentang Tuhan yang tidak bisa dilihat, diukur,
dianalisis, dan dibuktikan. Maka menurut Auguste Compte, Tuhan tidak mempunyai
arti dan faedah karena tidak ada bukti dan fakta. Padahal Tuhan adalah
kepercayaan yang tidak perlu dibuktikan.
Akhirnya filsafat dalam perjalanan di atas, maka
lahirlah sifat yang tetap dan konsisten berupa ilmu-ilmu dasar dan murni,
sedangkan sifat yang berubah berupa sosial, budaya, ilmu humaniora. Maka dari
situlah tercipta bendungan Compte. Inilah segala macam persoalan tentang August
Compte seorang teknik tapi pikirannya berisi tentang filsafat. Compte
berpendapat bahwa agama saja tidak bisa membangun dunia karena agama irrasional
dan tidak logis. Positif dan saintifik yang digunakan untuk membngun dunia maka
lahirlah aliran positifisme.
Seiring
dengan perkembangan zaman, teknologi pun juga semakin berkembang. Banyak sekali
kita rasakan pengaruh kemajuan teknologi, terutama pada gadget. Teknologi yang kian
berkembang seringkali membantu kita dalam kehidupan kita sehari-hari. Itulah
manfaat dari perkembangan teknologi. Namun, ada sisi negatif dari perkembangan
teknologi, misalnya membuat kita jadi terhipnotis dan cenderung lebih menyukai
dunia maya serta melupakan dunia nyata. Kini ada orang yang mendapatkan
kekasihnya melalui internet, khususnya lewat jejaring sosial. Sayangnya,
hubungan tersebut, seringkali kurang harmonis dibandingkan dengan cara
tradisional, yaitu pertemuan nyata.
Sekarang,
mulai dari balita sudah akrab dengan teknologi, misalnya dengan permainan dalam
Laptop. Mereka lambat laun lebih tertarik dengan teknologi dan jika kurang
diperhatikan, maka mereka cenderung hidup dengan gadget tersebut. Hingga kasih
sayang orangtua kepadanya kurang terasa.
Sungguh
merugi jika kita memiliki gadget dengan teknologi tinggi, namun tidak memiliki
teman di dunia nyata. Teknologi tersebut membuat kita lupa bahwa kita hidup
dalam dunia nyata, dimana kita manusia adalah mahluk sosial yang saling
membutuhkan satu sama lain. Oleh karena itu, saran saya, manfaatkanlah
teknologi sebaik mungkin. Jangan sampai teknologi malah mempengaruhi kehidupan
sosial kita. Teknologi dibuat untuk mempermudah dan melayani kita untuk
kegiatan kita di dunia nyata, bukannya membuat kita menjadi lebih hidup dalam
dunia maya.
Oleh sebab itu bijaklah kita bertindak di jaman sekarang agar nanti kita
tidak tersesat dan merugikan diri sendiri serta orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar